Postingan

du... du... pom... pom

du du du...du du du... pom...pom...pom... ku ini anak langit merdeka bermain  olah raga olah bola dari subuh hingga magrib kuyub badan kuyup keringat buang residu  tenggak aqua suguhan alam semesta demi sebuah jiwaraga nan sehat... du du du du pom pom pom ku mau ku rindu awet enom awet enom du pom du du pom pom pom du du du pom du du  (terinspirasi cerita novel Anak Rantau karya A. Fuadi) 

biru langit-Mu

biru langit-Mu menyibak menyediakan diri tuk kita lewati sembari menggenggam sejumput asa baru menapak titian  menuju ke cerlang cemerlang hari depan kita siapakah aku ini wahai Sang Empunya kehidupan Sang Empunya semesta Kau sediakan segala bagiku terimalah puja pujiku bagi-Mu kubangga menjadi milik-Mu yo.tgr, 31012018 credit to: @aayucitra n @margarethshanty

Ndhul (1)

mat ulang tahun nDhul anak lanang.  Met canangkan  target hidupmu.  Di depanmu jalan terbentang.  Di sampingmu selalu ada kami.  Di atasmu ada Pemberimu.  Di belakangmu ada jejak langkahmu  yang menorehkan cerita hidupmu. Di kanvas hidupmu  menunggumu kau genapi goresan guratan cerlang cemerlangmu. Jangan lupa bersyukur.

Tanjung Klayang Belitung

memandang birunya laut Tanjung Klayang di Keciput, Sijuk, Belitung.  Bahkan birunya yang kukenakan  tak mampu menandingi  kecipak airmu yang membiru. atau birunya yang kukenakan  menyatu dengan birumu  Tanjung Klayang. 2 april 2019

sajak kelahiranmu (kembali)

sajak kelahiranmu (kembali) wahai weker kau yang tak berdosa, tetiba tercerai-berai, oleh ulah tangan yang membara. kini dengan sabar  kurajut kau satu persatu, agar... kau kembali mewujud. di reretakan wajahmu tersua sebuah kala masa kelam hidupmu ketika kau tak mampu menanda sang waktu yang perlahan merangkak biarlah perban yang kusemat di sekujur rautmu sebagai penanda kau tak layak menjadi sasaran amarah yang tak tertahan. ojo.gampang.nesu.le. elek.kuwi. (seminggu seusai) 11 mei 2019

terpana kilau cerlang bukit Arosbaya

menatap kilau cerlang-Mu menembus bukit kapur Arosbaya Bangkalan Madura sebermula... kutak bermimpi  bersandar di jenaknya dinding kapur-Mu menelusuri lorong-lorong-Mu ada nyanyi sunyi derau mesin gergaji beradu dengan dentang martil penambang batu kapur-Mu yang mengoyakmu turun-temurun jadi batu penjuru rumah yang kusua di deretan rumah warga-Mu di pelosok Madura. Madura juni 2019

Pananjakan 2019

Bromo Juni 2019.  Katisen. Kadhemen.  Ngenteni rina nggremet alon-alon  ing Bukit Pananjakan Bromo.  Wungkasane... ora entek gumunku marang  endahe lukisan Bromo  kagungane Sang Hyang Wenang   sanajan patwelas taun kepungkur  awakku tau mrene.  (Bromo Juni 2019. Kedinginan.  Menanti sang surya beranjak dari peraduannya. Pada akhirnya... tak habis kagumku pada indahnya lukisan lanskap Bromo milik Sang Pelukis Agung meski empatbelas tahun lalu aku pernah (juga) ke sini